Saya lahir dari kedua orang tua yang sangat saya cintai. Ayah
saya bernama Hasan bin Mujtabah, sedang ibu saya bernama Sultonah binti Satiri. Saya memanggil mereka Baba dan Mamak.
Kedua orang tua saya berasal dari suku
Betawi.
Saya lahir dan besar di sebuah tempat yang dulu
dikenal dengan nama kampung
pecandran. Sekarang orang mengenalnya
sebagai Blok S di daerah perpotongan
antara Jalan Senopati dan Tendean. Sampai sekarang rumah dimana saya dilahirkan masih ada. Kampung pecandran wajahnya tidak lagi seperti dulu. Sekarang sudah dikelilingi
gedung-gedung menjulang tinggi. Warga
Betawi yang merupakan penduduk asli
tidak banyak yang bias bertahan. Sebagian
menjual tanahnya dan pindah entah kemana.
Blok S menyimpan banyak kenangan bagi saya. Kenangan bersama orang tua saya yang tidak bias saya lupakan. Baba (ayah) dan mamak
yang mendidik, mengasuh dan membesarkan saya dengan agama dan cinta
Suasana religious sangat lekat dalam kehidupan keluarga saya.
Baba dan mamak, figure yang paling
berpengaruh dalam kehidupan saya. Dari mereka berdua saya belajar membaca
Al-Qur’an. Begitu pula kakak dan adik-adik saya. Bahkan hampir semua anak-anak seusia saya
saat itu adalah murid mengaji
baba dan mamak.
Almarhum Baba sudah
sejak kecil berjualan. Sependek ingatan
saya, waktu saya kecil beliau pernah
punya pabrik roti dengan beberapa karyawan. Pernah juga jadi juragan becak. Ada puluhan becak yang beliau
miliki. Baba juga pernah jualan soto
betawi, kue lupis, nasi ulam dll. Baba
menjadi teladan bagi saya. Saya sangat kagum
sama beliau. Baba selalu sholat berjamaah di masjid. Hampir2 selama hidupnya tidak pernah
meninggalkannya. Beliau tidak lagi
berjamaah di masjid hanya menjelang wafatnya saja. Baba juga selalu mengerjakan tahajud. Saya sering menyaksikan di malam hari baba
bangun sekitar jam tigaan untuk qiyamullail. Baba juga imam rawatib di masjid kampung saya
masjid Nurul Yaqin.
Mamak (ibu) juga
pribadi yang luar biasa. Mamak -
seperti juga baba – terbiasa bangun
malam untuk tahajud dan tilawah. Mama banyak
menghafal ayat-ayat al-quran. Saya sendiri tidak tau
pasti berapa juz hafalan beliau. Kakak perempuan
saya pernah bilang, mamak hafalannya sekitar
15 juz. Subhanallah…!!
Rumah di Blok S sekarang ditempati mama. Ditemani kakak perempuan saya dan
keluarganya. Baba meninggal bulan juni 2013 lalu. Kami semua anak-anaknya sangat kehilangan. Semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya
dan diterima amal kebaikannya. Ditempatkan
di taman surgaNya kelak. Untuk Mama , semoga Allah panjangkan usianya, sehatkan badannya. Saya berdoa kepada Allah SWT, agar kelak dapat berkumpul di surga-Nya dengan kedua orang tua , kakak dan adik saya dalam keadaan
di ridhoi oleh Allah SWT